Selasa, 22 Juli 2008

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

Nuansa ambivalen terasa kental dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal Irjabar. Pejabat Papua pun tampak bingung, bahkan tidak ngeh.

Ketua DPRD Papua John Ibo lah yang mengajukan judicial review UU 45/1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat, Provinsi Irian Jaya Tengah, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong kepada MK.

MK memutuskan UU 45/1999 tentang Pembentukan Provinsi Irian Jaya Barat, Provinsi Irian Jaya Tengah, Kabupaten Paniai, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak Jaya, dan Kota Sorong tidak lagi mempunyai ketentuan hukum yang tetap dan mengikat. Namun demikian, keberadaan Provinsi Irjabar yang dibentuk berdasarkan UU tersebut tetap dinyatakan sah.

Usai sidang di Kantor MK jalan Medan Merdeka Barat Jakarta Pusat, Kamis (11/11/2004), John Ibo tampak belum ngeh atas putusan tersebut.

Dia bahkan sempat mengatakan akan menyatukan DPRD Papua dengan DPRD Irjabar. Rupanya kesimpulan yang dia tangkap adalah, keberadaan Provinsi Irjabar otomatis tidak sah dengan dihapuskannya UU 45/1999.

Ketika dijelaskan wartawan Provinsi Irjabar tetap ada, John Ibo tampak tersentak. "Loh, dasar hukumnya apa Provinsi Irjabar masih berdiri? UU yang mendasarinya kan sudah tidak ada?" ujarnya balik bertanya dengan nada heran.

Wartawan pun melakukan konfirmasi kepada Ketua MK Jimly Asshiddiqie. "Pemerintah dan DPR bisa membentuk UU baru untuk menegaskan atau mengesahkan keberadaan Irjabar sebagai ganti UU 45/1999. Bisa ditafsirkan, pengaturan Papua dan Irjabar dapat menggunakan UU 21/2001 tentang Otonomi Khusus," katanya.

Sementara Gubernur Papua JP Salossa dan Plt Gubernur Irjabar Bram O Atururi tampak kebingungan dan tidak paham dengan putusan MK tersebut. Keduanya dengan senada mengatakan, pihaknya untuk saat ini tidak dapat memberikan keterangan teknis tentang rencana ke depan untuk menindaklanjuti putusan MK.

"Kami akan mengkonsultasikan masalah ini terlebih dulu kepada Depdagri selaku induk instansi," kata Salossa dan Atururi yang ditemui secara terpisah usai persidangan.

sumber detik news

Selasa, 15 Juli 2008

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita


Wali Kota Sorong Dilantik
dengan Pengamanan Ketat

Sorong-Dengan pengamanan ketat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong periode 2007-2012, JA Jumame dan Hj Baisara Wael, Senin (11/6), di Gedung Oksigen Plan Sorong dilantik oleh Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Atururi dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kota Sorong, yang dipimpin ketuanya, Yahya Solossa.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Muspida Provinsi Papua dan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Yoris Raweyai, Simon Morin dan Roberd Ferdinal, Sekjen Depdagri Progo Nurjaman serta undangan sekitar 5.000 orang.
Gubernur Provinsi Papua Barat Graham Artururi dalam sambutannya menyerukan kepada masyarakat di Kota Sorong untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong terpilih dan menghilangkan perbedaan dan silang pendapat.
Dengan demikian, program-program pemerintahan dan pembangunan di Kota Sorong dapat berjalan mengingat Sorong merupakan pintu gerbang dan tolok ukur kemajuan Provinsi Papua Barat.
Gubernur mengharapkan kepada kedua pejabat terpilih setelah dilantik, jadilah pemimpin seluruh masyarakat Kota Sorong. Apalagi Wali Kota terpilih menjabat yang kedua kalinya. Ia diminta memprioritaskan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang-bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Sorong Yahya Solossa pada kata pengantarnya ketika membuka rapat paripurna khusus mengharapkan kepada semua pihak yang masih berseteru dan masih menyimpan dendam politik untuk segera mengakhiri dan melupakan masa lalu, kemudian membuka lembaran baru untuk membangun kebersamaan, persaudaraan sebagai sesama anak adat dalam nuansa penuh kekeluargaan dan saling memaafkan. “Tidak ada manfaatnya terus berseteru menyimpan dendam dan silang pendapat, hanya karena kepentingan sesaat,” ujarnya.
Kapolresta Sorong AKBP Jimmy Tuilan menjawab pertanyaan SH membenarkan telah melakukan pengamanan ketat pada pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Sekitar 700 anggota polisi dan Brimob dikerahkan disertai dengan penembak jitu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena proses Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong memanas

Sorong-Dengan pengamanan ketat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong periode 2007-2012, JA Jumame dan Hj Baisara Wael, Senin (11/6), di Gedung Oksigen Plan Sorong dilantik oleh Gubernur Provinsi Papua Barat, Abraham Atururi dalam rapat paripurna istimewa DPRD Kota Sorong, yang dipimpin ketuanya, Yahya Solossa.
Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Muspida Provinsi Papua dan anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Yoris Raweyai, Simon Morin dan Roberd Ferdinal, Sekjen Depdagri Progo Nurjaman serta undangan sekitar 5.000 orang.
Gubernur Provinsi Papua Barat Graham Artururi dalam sambutannya menyerukan kepada masyarakat di Kota Sorong untuk memberikan dukungan sepenuhnya kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong terpilih dan menghilangkan perbedaan dan silang pendapat.
Dengan demikian, program-program pemerintahan dan pembangunan di Kota Sorong dapat berjalan mengingat Sorong merupakan pintu gerbang dan tolok ukur kemajuan Provinsi Papua Barat.
Gubernur mengharapkan kepada kedua pejabat terpilih setelah dilantik, jadilah pemimpin seluruh masyarakat Kota Sorong. Apalagi Wali Kota terpilih menjabat yang kedua kalinya. Ia diminta memprioritaskan kesejahteraan masyarakat, terutama di bidang-bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Ketua DPRD Kota Sorong Yahya Solossa pada kata pengantarnya ketika membuka rapat paripurna khusus mengharapkan kepada semua pihak yang masih berseteru dan masih menyimpan dendam politik untuk segera mengakhiri dan melupakan masa lalu, kemudian membuka lembaran baru untuk membangun kebersamaan, persaudaraan sebagai sesama anak adat dalam nuansa penuh kekeluargaan dan saling memaafkan. “Tidak ada manfaatnya terus berseteru menyimpan dendam dan silang pendapat, hanya karena kepentingan sesaat,” ujarnya.
Kapolresta Sorong AKBP Jimmy Tuilan menjawab pertanyaan SH membenarkan telah melakukan pengamanan ketat pada pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
Sekitar 700 anggota polisi dan Brimob dikerahkan disertai dengan penembak jitu. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, karena proses Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sorong memanas.

sumber www.tempointeraktif.com

Senin, 14 Juli 2008

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

SORONG- Walaupun sudah memberikan yang terbaik untuk Pemkot dan masyarakat Kota Sorong, para pemain Persikos masih harus mengorbankan biaya pribadi dan waktu untuk mengikuti sesi latihan. Tentunya dalam upaya menjaga kesiapan Persikos menjelang putaran II Kompetisi Divisi III PSSI yang menurut rencana akan digelar bulan Agustus.
Salah satu yang mengeluhkan kesejahteraan para pemain tersebut yakni Daud Basna. Pemain yang cukup dikenal selama putaran I Kompetisi Divisi III PSSI di Kota Sorong beberapa waktu lalu mengaku selama latihan tidak ada perhatian dari pengurus maupun KONI Kota Sorong. Karena selama ini pemain datang latihan hanya menggunakan uang taksi sendiri sehingga seperti tidak ada dukungan dari pemerintah.
“Kondisi ini jelas membuat kita macam su malas latihan karena sering teman-teman mereka beralasan tidak ada uang taksi jadi tidak datang latihan,”ujar Daud Basna kepada Radar Sorong kemarin.
Selain itu, kata Daud Basna, sebenarnya ada sebagian pemain Persikos yang tahun ini tamat SMA dan hendak melanjutkan kuliah di kota lain harus diurungkan hanya demi Persikos justru melanjutkan kuliah di Kota Sorong. “Sebenarnya teman-teman lain mereka sudah mau berangkat tapi terpaksa harus tinggal karena putaran kedua sudah mulai jalan,”ungkapnya.
Terkait masalah kesejahteraan para pemain inilah, Daud Basna menegaskan jelas nantinya akan berdampak pada akan dapat menurunkan semangat dan ambisi mereka dalam kancah persepakbolaan di Kota Sorong. Hal yang dirasakanya ini, ia merasa yakin juga turut dirasakan oleh pelatihnya karena dari sisi control atau pengawasan tidak ada dari pengurus Persikos. “Jangankan uang taksi yang mereka korbankan demi mempertahankan nama besar masyarakat Kota Sorong tetapi masalah kesejaheraan mereka tidak pun tidak ada,”tegasnya.
Ditambahkan, para pemain Persikos sangat salut kepada Pemkab Sorong Selatan yang memberikan perhatian besar kepada pemain Persisos yan akan berlaga di kompetisi yang sama. ”Sorong Selatan yang daerah pemekaran saja pemerintah perhatikan mereka (pemain Persisos, red),”ujar Daud Basna.
sumber www.radarsorong.com

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita

- Sehari setelah berlangsung Pemilihan Kepala Daerah Kota Sorong, Jumat (23/3), ratusan orang berdemonstrasi di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Sorong. Mereka menolak hasil penghitungan sementara yang dimenangi pasangan JA Jumame-Baesara Wael.

Aksi damai yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIT itu dibubarkan petugas kepolisian sekitar pukul 19.00.

Dalam orasinya yang dikawal ketat pasukan Kepolisian Resor Kota Sorong, seorang peserta unjuk rasa, Helena Hanaver, yang dikenal dengan panggilan Mama Nauw, mengatakan dalam pelaksanaan pilkada ini terdapat kecurangan. Ia menyebutkan adanya politik uang, yakni setiap orang dibayar Rp 100.000-Rp 150.000 untuk mencoblos kandidat tertentu.

Dia juga menyebutkan banyak warga yang memiliki kartu pemilih dan undangan, tetapi tak dapat menyalurkan suara mereka karena surat suara habis.

Dalam Pilkada Kota Sorong yang berlangsung Kamis, untuk sementara Jumame-Wael masih unggul (26.840 suara). Di belakang mereka adalah Simon Tenau-Samsudin Ajam (22.660 suara), Hengky Rumbiak-Harbi (21.899 suara), Eduard Kalami-Yasin Jamaludin (6.980 suara), dan DF Kambuaya-Edy Kodoeboen (3.497 suara).

sumber Kompas

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Abstrasi

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Abstrasi

Sejalan dengan pemekaran Provinsi Papua Barat, berdampak pula dengan lahirnya Kota Sorong yang dulunya merupakan bagian dari Kabupaten Sorong. Dalam 5 tahun terakhir sejak menjadi status Kota, pembangunan di Kota Sorong cukup meningkat. Namun kondisi geografis yang berbukit menjadikan pembangunan infrastrukturnya terkonsentrasi di daerah pantai. Hal seperti ini sebaiknya menjadi perhatian pemerintah Kota Sorong, mengingat pantai Sorong merupakan salah satu wilayah rawan Tsunami di Indonesia.

Dari pengamatan Stasiun Geofisika Sorong, menunjukkan bahwa pernah terjadi beberapa gempa bumi dengan kekuatan ≥ 5.0 SR. yang mengguncang daerah Sorong dan sekitarnya dan dirasakan II – IV MMI di Kota Sorong. Namun dalam rentang waktu tersebut belum ditemukan atau dilaporkan adanya gelombang tsunami. Walaupun demikian bukan tidak mungkin gelombang tsunami akan melanda Kota Sorong, mengingat aktifnya struktur tektonik yang melintasi daerah Sorong yang dapat memicu terjadinya gempa bumi besar sehingga dapat menimbulkan tsunami. Ataupun ancaman tsunami yang berasal dari luar kepulauan Indonesia, seperti dari Samudera.

Dalam upaya penanggulangan yang diarahkan untuk menekan jumlah korban jiwa, pemerintah Kota Sorong hendaknya menyiapkan perencanaan pembangunan infrastruktur kehidupan pantai, serta mengupayakan program peringatan dini bagi keselamatan masyarakat.

Jumat, 11 Juli 2008

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Bandara

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Bandara

Sudah tentu fasilitas utama yang perlu dibenahi adalah bandara Sorong Daratan. Saat ini Pemerintah Kota Sorong tengah melebarkan landasan bandara Sorong Daratan dan membangun sarana pendukung lainnya. Bila sesuai rencana, tahun 2004 Bandara Sorong Daratan sudah dapat berfungsi menggantikan Bandara Jefman. Bandara itu pun ditargetkan bisa didarati pesawat besar.

Selasa, 08 Juli 2008

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | industri

Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | industri

Erat kaitannya dengan sektor industri pengolahan adalah sektor perdagangan. Didukung oleh sarana perdagangan yang memadai, seperti pasar umum, lima pasar tradisional, enam supermarket, toko-toko besar dan kecil lainnya, aktivitas perdagangan juga terlihat dinamis. Untuk mendukung aktivitas perdagangan dan industri, sektor perhubungan menjadi sangat penting.

Di Sorong terdapat dua bandara, yakni Bandara Jefman Sorong dan Bandara Sorong Daratan. Bandara Jefman terletak di pulau Jefman, pulau kecil sebelah barat Sorong, sekitar 15 mil. Untuk mencapainya perlu waktu 20 menit menggunakan speedboat.

Bandara ini dibangun pada masa kolonial Belanda. Panjang bandara 1.850 meter dengan klasifikasi bandara kelas dua. Bandara lainnya, yakni bandara Sorong Daratan, terletak di tanah Papua. Selama ini bandara Sorong Daratan baru bisa didarati pesawat-pesawat kecil, jenis Twin Otter dan Fokker 28. Pesawat berbadan besar semacam Boeing tidak bisa mendarat di sini.