Kota Sorong Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita
- Sehari setelah berlangsung Pemilihan Kepala Daerah Kota Sorong, Jumat (23/3), ratusan orang berdemonstrasi di halaman Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Sorong. Mereka menolak hasil penghitungan sementara yang dimenangi pasangan JA Jumame-Baesara Wael.
Aksi damai yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIT itu dibubarkan petugas kepolisian sekitar pukul 19.00.
Dalam orasinya yang dikawal ketat pasukan Kepolisian Resor Kota Sorong, seorang peserta unjuk rasa, Helena Hanaver, yang dikenal dengan panggilan Mama Nauw, mengatakan dalam pelaksanaan pilkada ini terdapat kecurangan. Ia menyebutkan adanya politik uang, yakni setiap orang dibayar Rp 100.000-Rp 150.000 untuk mencoblos kandidat tertentu.
Dia juga menyebutkan banyak warga yang memiliki kartu pemilih dan undangan, tetapi tak dapat menyalurkan suara mereka karena surat suara habis.
Dalam Pilkada Kota Sorong yang berlangsung Kamis, untuk sementara Jumame-Wael masih unggul (26.840 suara). Di belakang mereka adalah Simon Tenau-Samsudin Ajam (22.660 suara), Hengky Rumbiak-Harbi (21.899 suara), Eduard Kalami-Yasin Jamaludin (6.980 suara), dan DF Kambuaya-Edy Kodoeboen (3.497 suara).
sumber Kompas
Senin, 14 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar